PPulau Maratua Pijar
Desa Bajo Maratua & Budaya Suku Bajau

Desa Bajo Maratua: Kehidupan Suku Bajau di Atas Air Pulau Terluar Berau

Desa Bajo Maratua di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, jadi rumah Suku Bajau yang hidup di atas air di salah satu pulau terluar Indonesia.

Desa Bajo Maratua: Kehidupan Suku Bajau di Atas Air Pulau Terluar Berau

Ringkasan Cepat

  • Pulau Maratua terletak di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur, dan termasuk pulau terluar Indonesia.
  • Desa Bajo Maratua dihuni Suku Bajau yang dikenal hidup berdampingan dengan laut.
  • Akses utama ke Pulau Maratua dari daratan Berau melalui jalur laut, dengan kapal sebagai moda utama.
  • Mata pencaharian warga bertumpu pada laut: nelayan, budidaya, dan jasa wisata bahari.
  • Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu paradise-island di wilayah Berau.

Rumah yang Berdiri di Atas Air

Dari dermaga kayu di Desa Bajo Maratua, yang terlihat pertama bukan daratan, melainkan deretan rumah panggung yang berdiri di atas air. Tiang-tiang kayu ulin menghujam dasar laut dangkal. Lantai papan disusun rapat. Atap seng dan daun nipah bergantian menutup atap. Di bawah rumah, perahu kecil bersandar, sebagian mesin tempel, sebagian masih dayung.

Desa ini berada di Pulau Maratua, salah satu pulau terluar Indonesia di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bagi Suku Bajau, air bukan pemisah, melainkan halaman depan. Anak-anak belajar berenang sebelum lancar berjalan. Orang tua membersihkan ikan di beranda yang langsung menghadap laut lepas.

Pulau Maratua dikenal sebagai salah satu paradise-island di wilayah ini. Namun di sisi desa Bajo, yang tampak bukan resor, melainkan ritme hidup harian: pagi melaut, siang menjemur, sore memperbaiki jaring.

Laut sebagai Sumber Hidup dan Identitas

Hampir seluruh ekonomi Desa Bajo Maratua bersandar pada laut. Sebagian warga menangkap ikan dengan pancing dan jaring, sebagian mengumpulkan hasil laut, sebagian lagi mengantar wisatawan menyelam atau memancing. Hasil tangkapan dijual ke pengepung di dermaga atau dibawa ke pasar di daratan Berau saat ada kesempatan.

Bagi Suku Bajau, pengetahuan tentang laut diwariskan tanpa sekolah formal. Arah angin, warna air, dan posisi bintang menjadi penanda. Beberapa keluarga masih memegang tradisi melaut berhari-hari dengan perahu. Yang lain memilih menetap karena anak-anak perlu sekolah.

Perubahan tetap terasa. Alat tangkap modern masuk, harga bahan bakar naik-turun, dan cuaca makin sulit dibaca. Warga menyesuaikan diri, bukan menyerah. Sebagian beralih ke budidaya rumput laut dan keramba ikan. Sebagian membuka homestay sederhana untuk wisatawan yang datang ke Pulau Maratua.

Menjaga Kampung di Pulau Terluar

Menjadi desa di pulau terluar berarti menghadapi jarak. Dari Tanjung Redeb, ibu kota Berau, perjalanan ke Pulau Maratua ditempuh lewat laut dengan kapal. Waktu tempuh tergantung cuaca dan jadwal, bisa beberapa jam. Barang kebutuhan pokok datang tidak setiap hari. Harga di warung desa relatif lebih tinggi dibanding daratan karena ongkos angkut.

Listrik dan sinyal telekomunikasi sudah ada, meski tidak selalu stabil. Sekolah dasar tersedia di desa, sementara pendidikan lanjutan menuntut anak-anak merantau ke daratan. Ini pilihan berat bagi keluarga Bajau yang terbiasa bersama.

Di sisi lain, status pulau terluar membawa perhatian. Program pembangunan infrastruktur dan pos pengamanan hadir di Pulau Maratua. Warga berharap fasilitas kesehatan dan pendidikan ikut menguat. Pariwisata bahari memberi pemasukan, tetapi warga ingin tetap mengontrol ritme kampung agar tidak tergerus arus komersial.

Desa Bajo Maratua bukan sekadar objek wisata. Ia kampung hidup, tempat Suku Bajau menjaga cara lama sambil menerima hal baru. Laut yang dulu hanya sumber makan kini juga sumber rezeki dari tamu yang datang. Yang tetap: rumah tetap berdiri di atas air, dan perahu tetap bersandar di bawahnya.

Tonton Video

Tanya Jawab Singkat

Di mana Desa Bajo Maratua berada?

Desa Bajo Maratua berada di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pulau Maratua termasuk salah satu pulau terluar Indonesia.

Siapa Suku Bajau yang tinggal di Desa Bajo Maratua?

Suku Bajau adalah masyarakat yang hidup berdampingan dengan laut. Di Desa Bajo Maratua, mereka tinggal di rumah panggung di atas air dan menggantungkan hidup pada hasil laut.

Bagaimana cara mencapai Pulau Maratua?

Akses utama dari daratan Berau melalui jalur laut dengan kapal. Waktu tempuh tergantung cuaca dan jadwal keberangkatan.

Apa mata pencaharian warga Desa Bajo Maratua?

Sebagian besar warga bekerja sebagai nelayan, mengumpulkan hasil laut, membudidayakan rumput laut atau ikan, dan sebagian mengantar wisatawan menyelam atau memancing.