Danau Kakaban Maratua: Berenang Bersama Ubur-ubur Tanpa Sengat di Kalimantan Timur
Danau Kakaban di Pulau Maratua, Berau, Kalimantan Timur, jadi tempat berenang bersama ubur-ubur tanpa sengat di danau air asin purba.
Ringkasan Cepat
- Danau Kakaban terletak di Pulau Kakaban, dekat Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
- Danau ini berisi air asin dan dihuni ubur-ubur yang kehilangan kemampuan menyengat karena evolusi.
- Pulau Maratua adalah pulau terluar Indonesia di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.
- Akses ke kawasan ini umumnya lewat Tanjung Redeb lalu perjalanan laut atau udara perintis.
- Wisatawan dilarang memakai tabir surya kimia dan dilarang menyentuh atau mengangkat ubur-ubur.
Dari Dermaga Kayu ke Air Purba
Perahu kecil merapat ke dermaga kayu di Pulau Kakaban. Dari situ, jalur papan menanjak lewat hutan bakau dan pohon besar. Setelah sekitar sepuluh menit berjalan, air hijau kecokelatan Danau Kakaban terbentang di bawah.
Danau ini bukan danau biasa. Airnya asin, terkurung di tengah pulau karst. Jutaan tahun lalu, daratan ini terangkat dan memutus hubungan dengan laut. Air laut terjebak, ubur-ubur ikut terkurung. Tanpa predator alami, sengat mereka perlahan kehilangan fungsi. Sekarang wisatawan bisa berenang di antara ribuan ubur-ubur tanpa rasa takut tersengat.
Pulau Kakaban sendiri masuk kawasan Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Pulau Maratua, tetangga terdekatnya, adalah salah satu pulau terluar Indonesia di wilayah ini. Keduanya sering dikunjungi dalam satu paket perjalanan laut.
Ubur-ubur yang Kehilangan Sengat
Di Danau Kakaban hidup beberapa jenis ubur-ubur. Ada yang berbentuk payung bening, ada yang berwarna kecokelatan. Beberapa jenis masih punya sel sengat, tetapi racunnya terlalu lemah untuk melukai manusia. Yang paling sering dilihat wisatawan adalah ubur-ubur bulan dan ubur-ubur kotak tanpa sengat mematikan.
Kondisi ini terjadi karena isolasi panjang. Tanpa ikan besar pemangsa, ubur-ubur tidak perlu mempertahankan sengat untuk bertahan hidup. Evolusi berjalan ke arah sebaliknya. Populasi mereka bertahan, bahkan melimpah.
Selain ubur-ubur, danau ini dihuni ikan kecil, udang, dan beberapa jenis alga. Di dasar danau ada lapisan air tanpa oksigen. Penyelam disarankan tidak menyelam dalam-dalam. Berenang di permukaan sudah cukup untuk melihat ubur-ubur dari dekat.
Aturan penting: jangan menyentuh, mengangkat, atau mendorong ubur-ubur. Jangan memakai tabir surya kimia. Gunakan pelampung jika tidak mahir berenang.
Akses, Biaya, dan Waktu Terbaik
Untuk mencapai Danau Kakaban, wisatawan umumnya terbang ke Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, Berau. Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan speedboat ke Pulau Maratua atau Pulau Kakaban. Durasi laut sekitar dua sampai tiga jam tergantung cuaca dan titik keberangkatan. Ada juga penerbangan perintis ke Maratua, tetapi jadwalnya terbatas.
Biaya perjalanan relatif terjangkau jika dibandingkan destinasi bahari lain di Indonesia, apalagi jika berbagi perahu dengan rombongan. Harga tiket masuk kawasan konservasi dan sewa perahu bervariasi. Sebaiknya tanyakan langsung ke operator lokal atau pengelola resort sebelum berangkat.
Waktu terbaik berkunjung adalah musim kemarau, sekitar April sampai Oktober. Laut lebih tenang, air lebih jernih. Musim hujan bisa membuat perjalanan laut kurang nyaman.
Di Pulau Maratua sendiri, kehidupan masyarakat berjalan dari sektor wisata, perikanan, dan jasa transportasi. Beberapa penginapan menyediakan paket menginap, makan, dan antar-jemput ke Danau Kakaban. Bawa uang tunai secukupnya karena mesin ATM tidak tersedia di pulau.
Sebagai bahan pembanding, dewaasia memberikan sudut pandang yang berguna.
Tonton Video
Tanya Jawab Singkat
Apakah ubur-ubur di Danau Kakaban benar-benar tidak menyengat?
Ubur-ubur di Danau Kakaban sudah kehilangan kemampuan menyengat karena isolasi panjang. Meski begitu, wisatawan tetap dilarang menyentuh atau mengangkatnya.
Bagaimana cara menuju Danau Kakaban?
Terbang ke Bandara Kalimarau di Tanjung Redeb, Berau, lalu lanjut dengan speedboat ke Pulau Kakaban atau Pulau Maratua. Perjalanan laut sekitar dua sampai tiga jam.
Kapan waktu terbaik berkunjung ke Danau Kakaban?
Musim kemarau, sekitar April sampai Oktober. Laut lebih tenang dan air lebih jernih.
Apa yang dilarang saat berenang di Danau Kakaban?
Dilarang memakai tabir surya kimia, menyentuh atau mengangkat ubur-ubur, dan menyelam terlalu dalam. Gunakan pelampung jika tidak mahir berenang.